J E J A K

Banyak orang masuk ke dalam kehidupan kita, satu demi satu datang
dan pergi silih berganti. Ada yang tinggal untuk sementara waktu dan
meninggalkan jejak-jejak di dalam hati kita dan tak sedikit yang
membuat diri kita berubah.

Alkisah seorang tukang lentera di sebuah desa kecil, setiap petang
lelaki tua ini berkeliling membawa sebuah tongkat obor penyulut
lentera dan memanggul sebuah tangga kecil. Ia berjalan keliling desa
menuju ke tiang lentera dan menyandarkan tangganya pada tiang
lentera, naik dan menyulut sumbu dalam kotak kaca lentera itu hingga
menyala lalu turun, kemudian ia panggul tangganya lagi dan berjalan
menuju tiang lentera berikutnya.
Begitu seterusnya dari satu tiang ke tiang berikutnya, makin jauh
lelaki tua itu berjalan dan makin jauh dari pandangan kita hingga
akhirnya menghilang ditelan kegelapan malam. Namun demikian, bagi
siapapun yang melihatnya akan selalu tahu kemana arah perginya pak
tua itu dari lentera-lentera yang dinyalakannya.

Penghargaan tertinggi adalah menjalani kehidupan sedemikian rupa
sehingga pantas mendapatkan ucapan: “Saya selalu tahu kemana arah
perginya dari jejak-jejak yang ditinggalkannya. ”

Seperti halnya perjalanan si lelaki tua dari satu lentera ke lentera
berikutnya, kemanapun kita pergi akan meninggalkan jejak. Tujuan
yang jelas dan besarnya rasa tanggung jawab kita adalah jejak-jejak
yang ingin diikuti oleh putera puteri kita dan dalam prosesnya akan
membuat orang tua kita bangga akan jejak yang pernah mereka
tinggalkan bagi kita.

Tinggalkanlah jejak yang bermakna, maka bukan saja kehidupan anda
yang akan menjadi lebih baik tapi juga kehidupan mereka yang
mengikutinya.

~ oleh Rudi Hermawan pada Mei 26, 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: