Anak Laksana Kertas Putih

Jika seorang anak hidup dalam kritikan,
ia akan belajar menyalahkan orang lain.

Jika seorang anak hidup dalam permusuhan,
ia akan belajar melawan.

Jika seorang anak hidup dalam ketakutan,
ia akan menjadi orang yang pesimis.

Jika seorang anak selalu dikasihani,
ia akan belajar mengasihani diri sendiri.

Jika seorang anak hidup dalam cemoohan,
ia akan menjadi pemalu.

Jika seorang anak hidup dalam kecemburuan,
ia akan belajar iri hati.

Jika seorang anak hidup dalam aib,
ia akan selalu merasa bersalah.

Jika seorang anak selalu diberi dorongan,
ia akan menjadi percaya diri.

Jika seorang anak hidup dalam toleransi,
ia akan belajar bersabar.

Jika seorang anak selalu mendapat pujian,
ia akan belajar menghargai.

Jika seorang anak merasa diterima,
ia akan belajar mengasihi.

Dalam bukunya ,”All Men Are Brothers ” Mahatma Gandhi menulis tentang pentingnya penanaman nilai terhadap anak-anak sejak usia yg sangat dini. Seorang psikoanalis yang terkenal Sigmund Freud menyetujui pendapat tersebut. Suatu kali seorang wanita bertanya,

” Seberapa dini-kah saya harus mulai mengajar anak saya ?”

Freud menjawab dengan suatu pertanyaan,

” kapan anak anda lahir ?”

” Lahir ?” kata wanita itu.

” Dia sudah berusia lima tahun!”

” Ya ampun,” seru Freud,

“Jangan hanya berdiri di sini berbincang-bincang dengan saya… cepat pulang! Anda telah kehilangan lima tahun yang terbaik !”

~ oleh Rudi Hermawan pada Mei 7, 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: