Comfort Zone

•Juni 13, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

“Always realize and beware of the comfort-zone danger”

“Selalu sadari dan waspada akan bahaya tinggal di comfort-zone”

Interpretasi:
Apakah yang dimaksud dengan comfort zone? tidak lain adalah
zona/area dimana seseorang hidup dengan nyaman. Jadi apa
bahaya dari hidup dalam comfort zone ini? Seseorang haruslah
menyadari kondisi dimana ia hidup dengan nyaman, terkadang
apa yang menjadi ‘comfort zone’ merupakan kondisi yang tidak
menguntungkan dan bahkan jauh di bawah standar.

Mari kita lihat contoh ekstrem mengenai comfort-zone ini,
seorang pengemis yang telah terbiasa tinggal di area pembuangan
sampah (yang jelas jauh dari kondisi higienis dan kelayakan),
menolak keras upaya pemerintah yang akan merelokasinya ke
penampungan secara cuma-cuma yang kondisinya jauh lebih baik,
karena ia tidak mau keluar dari comfort-zone-nya dimana ia
telah terbiasa dengan kondisi negatif dan tidak menguntungkan.

Contoh sederhana lain adalah, dimana sebuah keluarga yang
tinggal di sisi rel kereta api ataupun dekat landasan pacu
pesawat, tidak merasakan kebisingan yang terjadi secara rutin
karena mereka telah terbiasa dengan berbagai kondisi yang bagi
orang lain bisa merupakan kondisi yang tidak nyaman.

Kini kembali pada hidup kita, mari coba telaah kondisi hidup
yang memberikan kenyamanan, apakah kenyamanan tersebut sudah
memenuhi standar yang memadai dan layak dipertahankan?
Mungkin ada rekan kita yang sangat puas dan nyaman dengan
pendapatan sedikit di atas UMR, ada pula yang merasa nyaman
dengan berbagai kebiasaan buruk yang merugikan, termasuk
pola kesehatan yang buruk, dan lain sebagainya. Ada saat
dimana kita perlu menyadari hal-hal yang perlu ditingkatkan
dalam hidup kita, dengan melangkah keluar dari comfort-zone
kita, mengambil sedikit resiko untuk peningkatan kualitas
berbagai aspek hidup untuk masa depan secara permanen.

Harap diketahui bahwa kebanyakan orang sukses adalah orang-
orang yang secara konsisten bersedia untuk terus keluar dari
comfort zone mereka untuk peluang yang lebih baik. Selamat
merenungkan dan menyadari kualitas zona kenyamanan Anda.

Sukses selalu untuk Anda!

Thomas Alfa Edison

•Juni 1, 2008 • 1 Tanggapan

“Thomas Alva Edison”
11 Februari 1847 – 18 Oktober 1931

Karena dianggap bodoh pada masa kecilnya, maka sejak
usia 7 tahun Edison dikeluarkan dari sekolah oleh orang
tuanya untuk belajar sendiri di rumah, dan pada usia 12
ia mulai berjualan koran dan buah-buahan di kereta api,
sambil terus belajar secara mandiri melalui bahan bacaan
buku dan percobaan-percobaan kecil di rumahnya.

Semenjak ia menjadi operator telegraf konvensional, pada
tahun pertama ia bekerja, Edison sempat berkali-kali di
pecat dari pekerjaannya karena kurangnya fokus pada
tugas operasionalnya, karena ia sibuk membaca dan
bereksperimen dengan peralatan yang menjadi tugasnya
tersebut, dan hingga pada tahun 1870 Edison berhasil
menemukan telegraf dengan fungsi yang terbilang sempurna
pada masanya itu. Pada tahun 1874, ia berhasil mendirikan
bengkel science untuk percobaan dan penelitiannya sendiri
dan tahun 1877 ia menemukan gramofon.

Pada tahun 1879, setelah belasan ribu eksperimen yang
‘gagal’, ia menemukan sebuah cara yang berhasil untuk
menyalakan lampu pijar yang berfungsi dengan sempurna,
pesan yang selalu mengiringi keberhasilan ini adalah bahwa
ia tidak melakukan ribuan eksperimen yang gagal, melainkan
melakukan ribuan eksperimen yang mengantarkannya pada
cukup 1 sukses besar, yang akan merubah dirinya dan
kehidupan orang banyak sepanjang masa…

Edison memegang ribuan hak paten atas berbagai penemuan
yang merubah dunia hingga hari ini, semuanya didasarkan
pada ketekunan, kesabaran, keteguhan dan komitmentnya
atas apa yang dipercayanya akan dapat diraih.

Berikut adalah Quotes Thomas Alva Edison yang terkenal:
“Jenius adalah 1 persen inspirasi dan 99% keringat”

Belajar Dari Google

•Mei 31, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

“Everyone needs at least one successful role model,
since they can share freely positive beliefs, clear
vision, constructive attitude, and making every crucial
decision to be taken easier”

“Setiap orang memerlukan sedikitnya seorang tokoh
panutan yang baik, karena mereka (tokoh tersebut) secara
tidak langsung akan dapat berbagi kepercayaan positif,
visi yang jelas, sikap yang membangun, dan membantu membuat
keputusan penting menjadi mudah untuk diambil”

Interpretasi:
Berbicara mengenai tokoh panutan, ijinkan saya untuk berbagi
mengenai tokoh panutan saya pribadi, saat ini salah satunya
adalah pasangan Larry Page & Sergey Brin, bagi Anda yang belum
pernah mendengar nama tersebut, mereka 2 anak muda adalah pendiri
Google inc, situs yang mungkin telah mempertemukan saya dengan
Anda melalui newsletter ini melalui hasil pencarian.

Apa yang saya dapatkan dari pencapaian mereka? Cukup banyak…
sangat banyak tepatnya, yang pertama adalah bahwa kesuksesan
besar ternyata mungkin diperoleh pada usia yang relatif muda,
jadi tidak perlu menanti masa pensiun (dengan mengetahui bahwa
Larry & Sergey berusia awal 30-an, yang berarti beberapa tahun
lebih muda dari kebanyakan rekan-rekan saya sendiri)

Yang kedua bahwa keuntungan akan mengikuti dengan sendirinya
setelah seseorang berhasil menciptakan value atau nilai dan
fungsi yang memberikan manfaat bagi orang banyak.. sayangnya
banyak orang yagn mencari keuntungan dan komersialisasi lebih
dulu daripada memberikan nilai bagi masyarakat. Dengan adanya
Google, demikian banyak solusi yang diberikan bagi masyarakat
dunia termasuk negara kita ini, saya pribadi dan mungkin juga
Anda, karena saat ini, solusi seringkali berasal dari informasi
yang akurat untuk pengambilan keputusan, dan hal ini disajikan
oleh Google, tanpa biaya apapun bagi penggunanya.

Yang ketiga, mereka (Larry & Sergey) menunjukkan bahwa bekerja
tidaklah selalu harus over serius & membosankan, terbukti dengan
lingkungan kerja mereka di Googleplex, yang sangat inovatif
dan penuh dengan fasilitas yang mendukung suasana kerja yang
menyenangkan (karyawan tanpa seragam dan fasilitas rekreasi
yang komplit)

Dan masih banyak lagi hal-hal inspiratif dari mereka yang juga
menularkan sikap dan pola pikir positif bagi begitu banyak orang
di dunia ini. Bila kita menilik sepintas mengenai bisnis mereka,
hal ini merupakan dampak atau fenomena dari hadirnya teknologi
internet bagi umat manusia, sementara kebanyakan pengguna hanya
merupakan end-users, yang memiliki pemikiran bahwa internet
hanyalah medium komunikasi dan data/info exchange yang hakikatnya
bisa serba gratis, sementara itu beberapa pihak tertentu dengan
pengetahuan & visi yang kuat berhasil membuat keberadaan internet
sebagai basis bisnis mereka dengan menghasilkan dominasi & pendapatan
yang nyata dan sangat massive. Kembali ke bisnis Google, yang
mana kapitalisasi pasarnya di bursa New York saat ini mencapai
+- US$180 milliar, (cat:cadangan devisa Indonesia 2007 adalah
US$50 miliar), angka yang sangat fantastis mengingat mereka
memulai membangun sistem Google di garasi tempat tinggal mereka,
tidak lebih dari 10 tahun lalu

Salah satu contoh lain (dalam skala yang lebih moderat) adalah
YouTube, yang didirikan tahun 2005 dalam skala kecil untuk
mengakomodasi keperluan sharing video file pribadi semata yang
berakhir dengan akuisisi senilai US$1,65miliar.. sangat besar
untuk hitungan proyek yang dikerjakan oleh 3 orang saja (salah
satunya adalah Steve Chen, 30 tahun)

What’s Wrong With You?

•Mei 31, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

“Setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangannya
masing-masing.. yang perlu dilakukan adalah mengidentifikasi
keduanya, dan memutuskan apa yang akan dilakukan dengan kedua hal
tersebut”

Interpretasi:
Kelemahan seseorang ternyata tidaklah selalu harus menjadi tembok
penghalang yang harus diruntuhkan, walau banyak orang berkata bahwa
untuk meraih sukses kita harus berupaya keras untuk meningkatkan kondisi
berbagai hal terutama kelemahan kita. Namun pada kenyataannya, ketimbang
berusaha memperbaiki kelemahan dengan bersusah payah, berfokus pada
kelebihan yang dimiliki dan mengoptimalkan segala sesuatu berdasar kelebihan
tersebut, diketahui juga dapat mengantarkan seseorang pada kesuksesan
dengan lebih mudah, cepat dan menyenangkan.

Mari kita lihat contoh pada Einstein, beliau yang sejak di bangku sekolah
memiliki masalah ketrampilan bahasa dan berbicara (kelemahan), ternyata
mampu menemukan berbagai penemuan yang merubah dunia, mengapa
demikian? Karena beliau berfokus pada kelebihannya yaitu kemampuan
berfikir secara analitis dan kreatif (kelebihan), ketimbang berusaha untuk
berusaha keras meningkatkan/memperbaiki kelemahannya. Masih banyak
lagi contoh orang-orang sukses yang meninggalkan kelemahannya pada
tempat yang semestinya untuk berfokus pada kelebihan yang telah dimiliki
sehingga dapat meraih keberhasilan jauh lebih cepat ketimbang harus
memperbaiki kelemahan yang dimiliki.

Bagaimana aplikasi pada diri Anda sendiri? hanya Anda sendiri yang tahu
persis dan dapat mengambil keputusan terhadap hal tersebut. Sebagai
panduan bagi diri Anda sendiri, silakan isi daftar isian untuk identifikasi
kekuatan/kelebihan dan kelemahan diri sebagai berikut:

Kekurangan/kelemahan:
-
-
-
-
-

Kelebihan/kekuatan:
-
-
-
-
-

pertanyaan: apakah kekurangan tersebut dapat ditingkatkan/diatasi untuk
mendukung keberhasilan yang diinginkan? dan berapa lama waktu/biaya
dan usaha yang diperlukan untuk memperbaiki kekurangan tersebut, atau
apakah mungkin untuk membiarkan kelemahan pada kondisi yang ada dan
berfokus pada kelebihan, temukan bidang yang menunjang aplikasi dari
kelebihan dan kekuatan yang telah dimiliki, curahkan fokus,energi & waktu
pada pemanfaatan kelebihan dan kekuatan yang ada. selamat mencoba.

Sukses selalu untuk Anda!

Mau Pancing or Ikan?

•Mei 29, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

“Give a man fish, so he can eat for one more day..
Teach a man how to fish, he can feed himself for the rest of his life..
But build a fishing rod factory, so more people can fish & feed themself
forever and you will be even more rich..”

“Beri ikan pada seseorang, maka ia akan dapat makan untuk 1 hari..
Ajari seseorang untuk memancing, maka ia akan dapat makan selamanya..
Tetapi bila Anda membangun pabrik produksi alat pancing, akan ada lebih
banyak orang yang dapat menafkahi hidup mereka, dan Anda akan menjadi
jauh lebih kaya dari sebelumnya..”

Interpretasi:
Modified quote ini kami kembangkan dengan maksud untuk memberikan
pemahaman lebih mendalam mengenai azas manfaat, dimana dapat kita lihat
dimana owner dari perusahaan biasanya adalah seorang yang sangat kaya
dan berkelimpahan, coba lihat perusahaan-perusahaan yang ada di negara
kita, perusahaan rokok misalnya, atau produsen kendaraan bermotor, juga
sektor perbankan, kita ketahui owner biasanya seseorang yang sangat
kaya, khususnya secara material, mengapa demikian? semata karena
bila kita telaah, ternyata ia telah memberikan kesempatan bagi orang lain
untuk dapat menafkahi diri mereka masing-masing, atau dengan kata lain,
sang owner memberikan penghidupan bagi orang banyak (karyawannya)

Terlepas dari banyaknya polemik seputar eksploitasi karyawan & kurangnya
perhatian terhadap kesejahteraan karyawan, termasuk juga pihak karyawan
yang kurang mensyukuri kesempatan penghidupan yang diberikan, mari kita
renungkan hal apa yang dapat kita lakukan untuk memberikan peluang bagi
lebih banyak lagi sesama kita untuk dapat memperoleh penghidupan yang lebih
baik, dan seperti yang telah sering disampaikan sebelumnya, keuntungan akan
selalu mengikuti setelahnya! Selamat merenungkan, terima kasih atas waktu
dan perhatiannya.

Salam Sukses selalu untuk Anda!